Editor : Dewangga
TARAKAN- Kota Tarakan sedang memulihkan diri secara bertahap setelah dihantam gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 pada Rabu sore yang lalu. Guncangan kuat tersebut telah mengakibatkan kerusakan ringan serta menciptakan suasana darurat di beberapa titik vital kota.
Kebutuhan mendesak terkait fasilitas kesehatan menjadi perhatian utama bagi seluruh petugas penanggulangan bencana di lapangan saat ini. Pasien rumah sakit memerlukan tempat aman untuk menerima pelayanan medis tanpa gangguan risiko susulan.
Tim SAR Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara langsung bergerak cepat mendirikan tenda-tenda darurat di halaman utama RSUD Jusuf SK. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan vital tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Tenda-tenda khusus telah didirikan sebagai posko evakuasi sementara dan pusat layanan kesehatan bagi pasien serta masyarakat. Fasilitas ini menyediakan ruang perawatan yang aman dan terisolasi dari potensi kerusakan struktur bangunan utama rumah sakit.
“Pendirian tenda darurat ini merupakan bentuk konkret kesiapsiagaan cepat Polri dalam rangka membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara, menegaskan misi kemanusiaan yang sedang dilaksanakan. “Kami langsung bergerak sigap setelah menerima laporan terkait terjadinya guncangan gempa yang dirasakan sangat kuat.”
“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan seluruh warga serta menjamin bahwa layanan kesehatan di RSUD Jusuf SK dapat terus berlangsung,” tambahnya, menjelaskan prioritas operasi timnya di area rumah sakit. “Kami bertekad mendukung penuh setiap upaya medis agar tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada hambatan.”
“Seluruh personel segera melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi material reruntuhan serta memastikan tiada korban jiwa,” ia menjelaskan proses penanganan di lokasi permukiman yang terdampak gempa. “Ini adalah bentuk totalitas kesigapan penuh Brimob dalam memberikan perlindungan nyata dan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat.”
“Kami menjamin akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap potensi gempa susulan serta menyalurkan bantuan lanjutan,” pungkasnya, memberikan kepastian mengenai langkah antisipasi yang akan diambil selanjutnya. “Tim kami akan tetap disiagakan penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan darurat yang muncul tiba-tiba.”
Selain penyiapan fasilitas medis darurat, Tim SAR Brimob juga fokus menanggulangi kerusakan rumah warga di wilayah Mamburungan. Laporan menyebutkan dua rumah mengalami kerobohan total di area padat penduduk Kelurahan Mamburungan.
Petugas Brimob segera tiba di lokasi untuk mengamankan area dan memulai proses pembersihan puing-puing bangunan yang roboh. Mereka berupaya keras menyingkirkan material berat untuk memeriksa kemungkinan adanya korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Personel memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang pribadi mereka yang masih bisa diselamatkan. Proses evakuasi reruntuhan dilakukan secara cermat dan maksimal demi mengurangi beban kerugian yang dialami masyarakat.
Hingga saat ini, situasi di Kota Tarakan secara umum sudah berangsur stabil dan terkendali. Tim gabungan penanggulangan bencana masih terus bersiaga penuh memantau kondisi lapangan secara berkala untuk memastikan keamanan warga.






