TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, menyerukan pentingnya keterlibatan aktif kader perempuan dan peningkatan literasi politik bagi pemuda sebagai langkah vital untuk memperkuat kualitas kebijakan publik di daerah. Ia menekankan bahwa partisipasi kedua kelompok ini sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.
Menurut Herman, perempuan memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial yang merupakan fokus kerja Komisi IV.
“Perempuan bukan hanya pelengkap, tapi kekuatan utama dalam pengambilan keputusan. Mereka mampu memberikan perspektif berbeda yang seringkali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong peran perempuan, Herman menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik. Ia menilai, pemuda yang memahami mekanisme politik dan mampu berkomunikasi dengan baik akan menjadi agen perubahan yang mendorong pembangunan daerah.
“Pemuda harus aktif, jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus berani menyampaikan aspirasi, belajar memahami kebijakan, dan ikut memperjuangkan kepentingan bangsa,” tambahnya.
Herman menegaskan, peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas keterlibatan mereka dalam proses politik. Ia menyarankan agar program pemerintah dan organisasi masyarakat menyediakan ruang pelatihan, forum diskusi, dan wadah partisipasi yang konkret.
“Perempuan dan pemuda harus benar-benar terlibat dalam setiap tahap pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kombinasi peran aktif perempuan dan pemuda di ruang publik akan memperkuat demokrasi daerah dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi lintas generasi ini, Kalimantan Utara mampu mencetak pemimpin masa depan yang visioner dan berpihak pada rakyat,” tegas Herman.






