Reporter : Ast | Editor : Dewangga
TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan merespons cepat arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait penundaan atau penghindaran acara mewah. Bupati Bulungan, Syarwani, langsung menindaklanjuti instruksi tersebut dengan langkah konkret.
Bupati menegaskan bahwa perayaan Hari Jadi Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor tahun 2025 akan diselenggarakan secara sederhana dan bermakna. Tujuannya adalah memastikan acara tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat dan tidak bersifat seremonial belaka.
“Kami sangat memperhatikan dan akan menyesuaikan arahan Pak Mendagri,” kata Syarwani. “Komitmen kami adalah memastikan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar melibatkan publik dan berorientasi pada peningkatan serta pemberdayaan UMKM di Bulungan.”
Pemerintah berencana menjadikan acara tersebut murni dari, oleh, dan untuk seluruh masyarakat Bulungan. Seluruh konten acara akan dikurasi untuk memaksimalkan dampak positifnya bagi warga.
Selanjutnya, Pemkab Bulungan akan melibatkan 74 desa dari seluruh penjuru kabupaten. Setiap desa akan diberikan kesempatan untuk menampilkan potensi ekonomi dan kearifan lokal yang unik.
“Kami ingin mempromosikan produk-produk desa-desa di Bulungan,” jelas Syarwani. “Sehingga dampak ekonominya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.”
Selain itu, rangkaian perayaan akan diisi dengan kegiatan seni dan budaya yang khas. Ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya lokal yang telah ada sejak lama dan mengembangkannya.
Salah satu acara utama yang akan diadakan adalah Festival Sungai Kayan yang sudah menjadi tradisi. Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian budaya.
“Tradisi seperti Festival Sungai Kayan sudah ada sebelum kami memimpin,” ungkap Syarwani. “Itu adalah bagian dari identitas masyarakat Bulungan yang perlu kita jaga.”
Bupati Bulungan menambahkan bahwa upaya menghindari kesan berlebihan atau mewah menjadi prioritas utama. Acara akan dikemas dengan sederhana namun tetap menarik perhatian.
“Perayaan Hari Jadi tahun ini bukan sekadar perayaan semata,” pungkasnya. “Ini adalah momentum kebersamaan untuk memperkuat ekonomi, mengenalkan budaya, dan memastikan seluruh masyarakat ikut terlibat.”






