Darurat Pelecehan Seksual di Bulungan, ​KOPRI PMII Desak Pemda Segera Ambil Langkah

oleh
ILUSTRASI (Foto:Istimewa)

Editor : Dewangga

TANJUNG SELOR – Ketua KOPRI PMII Bulungan, Najwa Aulia Ramadani menyoroti urgensi penanganan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak yang semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Bulungan. Penyalahgunaan kekuasaan serta ketimpangan relasi sosial menjadi faktor utama yang memicu maraknya tindakan kekerasan seksual pada lingkungan masyarakat saat ini.

Ketimpangan posisi antara orang dewasa dan anak-anak sering kali disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk melakukan intimidasi serta manipulasi terhadap korban. Budaya patriarki yang masih sangat kuat di lingkungan sosial memberikan peluang besar bagi pelaku untuk melakukan kontrol penuh atas korban.

“Pelecehan seksual hari ini bukan hanya soal moralitas pelaku, tetapi juga tentang bagaimana kekuasaan disalahgunakan oleh pihak yang memiliki pengaruh. Relasi yang timpang sering dimanfaatkan untuk membungkam korban melalui berbagai tekanan, intimidasi, hingga praktik manipulasi psikologis yang sangat merugikan korban,” ujarnya.

Ketua KOPRI PMII Bulungan mengidentifikasi fenomena menyalahkan korban sebagai penghambat utama bagi para penyintas untuk berani melaporkan kejadian yang dialaminya. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai persetujuan secara mendalam agar lingkungan yang mendukung bagi korban dapat tercipta dengan sangat baik sekali.

“Pelecehan seksual kini tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai dorongan hasrat, melainkan bentuk nyata penyalahgunaan kekuasaan yang membuat korban sulit. Meskipun payung hukum telah tersedia, berbagai tantangan seperti fenomena menyalahkan korban masih menjadi penghalang utama bagi korban untuk berani melapor,” tambah Najwa.

Kondisi fasilitas publik yang minim sistem pengawasan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko terjadinya berbagai macam tindak pelecehan secara terbuka. Pemerintah daerah harus segera mengevaluasi ketersediaan lampu penerangan jalan serta sistem keamanan pada titik-titik rawan yang sering dikunjungi oleh masyarakat.

Baca Juga:  Inovasi Perencanaan Desa di Bulungan Dorong Pembangunan Lebih Terpadu

Najwa mendesak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari memperkuat edukasi berbasis gender dan consent, menyediakan ruang aman di fasilitas publik, hingga memastikan penegakan hukum berjalan tegas dan berpihak kepada korban.

“KOPRI PMII Bulungan berdiri bersama korban, sudah saatnya kita berhenti menyalahkan korban dan mulai membangun sistem yang benar-benar melindungi hak mereka” tegasnya.

Seluruh elemen masyarakat harus mulai membangun budaya saling menghormati serta berani bersuara untuk menolak segala bentuk pelecehan di ruang publik. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat akan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan serta anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.