Reporter : Ast | Editor : Dewangga
TANJUNG SELOR – Pemerintah Republik Indonesia secara serentak memulai pembangunan Sekolah Garuda di berbagai lokasi strategis di seluruh wilayah Nusantara. Peluncuran proyek pendidikan ambisius ini telah dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Oktober 2025, mencakup total enam belas titik pembangunan di seluruh Indonesia. Ke-16 lokasi tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu pembangunan Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi yang sudah ada.
Salah satu lokasi prestisius yang mendapat kehormatan menjadi titik pembangunan Sekolah Garuda Baru terletak di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Inisiatif strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan perbatasan dan terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran pusat pendidikan unggulan tersebut di wilayah Kaltara diharapkan mampu mencetak generasi emas masa depan dari daerah-daerah terpencil.
Penanaman pohon ulin, jenis kayu khas Kalimantan yang dikenal karena kekuatan dan ketahanannya, menjadi penanda resmi dimulainya konstruksi Sekolah Garuda Kaltara. Pembangunan sekolah unggulan ini di Kalimantan Utara menegaskan komitmen serius pemerintah untuk mengembangkan pendidikan di seluruh pelosok negeri.
“Kami mengawali pembangunan sekolah unggul ini sebagai bagian dari empat Sekolah Garuda Baru yang direncanakan selesai dalam tahun ini dan dimulai konstruksinya segera,” ujar Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., Dirjen Saintek Kemdiktisaintek RI, saat menyampaikan sambutannya pada acara tersebut. Beliau menjelaskan bahwa tiga lokasi lain yang juga menjadi bagian dari pembangunan serentak ini berada di Soe (Nusa Tenggara Timur), Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara).
“Rencananya, seluruh pembangunan sekolah-sekolah ini akan diselesaikan paling lambat pada bulan Juni 2026 agar bisa segera digunakan untuk memulai kegiatan akademik dan mata pelajaran baru,” lanjutnya, menekankan pentingnya pembangunan yang tepat waktu. Prof. Burhani menambahkan bahwa siswa yang akan diterima diutamakan dari daerah sekitar, tetapi seleksi akan dilakukan secara nasional untuk menjamin kualitas dan keberagaman peserta didik.
“Sekolah ini menggunakan konsep Nusantara, yang berarti akan menjaring siswa dari berbagai provinsi serta beragam suku dan budaya dari seluruh Indonesia,” tegas Prof. Burhani, sambil menggarisbawahi adanya kuota khusus yang disediakan untuk masyarakat lokal dan provinsi setempat. Konsep ini bertujuan untuk menggabungkan elemen terbaik dari seluruh daerah agar tercipta lingkungan belajar yang kaya dan multikultural.
Konsep pendidikan yang akan diterapkan pada Sekolah Garuda di seluruh lokasi memiliki banyak kesamaan, tetapi akan mengadopsi kekayaan lokal dari daerah masing-masing sebagai ciri khasnya. Prof. Burhani menjelaskan bahwa desain dan standar bangunan, termasuk laboratorium, disamakan secara internasional, sedangkan kekayaan lokal akan menjadi pembeda di masing-masing sekolah. Hal ini memastikan bahwa meskipun fasilitasnya modern dan seragam, identitas daerah tetap dijunjung tinggi dalam proses pembangunan dan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum yang digunakan di sekolah ini merupakan perpaduan antara kurikulum nasional yang wajib, dan pengayaan global serta materi yang fokus pada pengembangan karakter siswa. Inovasi kurikulum ini dirancang khusus untuk membangun generasi pemimpin bangsa yang kompeten dalam ilmu pengetahuan dan memiliki karakter unggul. Prof. Burhani berharap lulusan sekolah ini akan menjadi pemimpin di masa depan yang berdedikasi tinggi dan bersedia mengabdi penuh kepada masyarakat Indonesia.
Sekolah ini direncanakan akan menampung kurang lebih 400 siswa di setiap angkatannya, dengan total penerimaan sekitar 160 siswa baru setiap tahun ajaran. Prof. Burhani kembali menegaskan bahwa penerimaan siswa akan berasal dari berbagai wilayah Indonesia, meskipun porsi khusus akan diberikan bagi siswa-siswa berprestasi dari masyarakat dan daerah lokal setempat.






