NUNUKAN – Perayaan Natal bersama warga RT 16 Nunukan Tengah yang digelar di Markas Komando Taktis (Makotis) Satgas Pamtas RI–Malaysia Nunukan, Sabtu (3/1) malam. Kegiatan tersebut tercatat sebagai perayaan Natal pertama yang pernah dilaksanakan di Makotis Satgas Pamtas, dengan masyarakat sebagai penggagas utama kegiatan.
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) 13/Satya Lembuswana (SL), Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengalaman baru bagi satgas yang telah bertugas sekitar empat bulan di wilayah perbatasan Nunukan.
“Bagi satgas kami, ini kegiatan Natalan yang pertama. Bahkan setelah kami menanyakan ke masyarakat dan beberapa anggota dewan, memang ini yang pertama kalinya perayaan Natal dilaksanakan di sini,” katanya pada Sabtu (3/1).
Ia mengaku bangga karena kegiatan tersebut lahir dari inisiatif warga setempat. Satgas Pamtas, kata dia, hanya berperan membantu dari sisi tenaga dan fasilitasi, sementara konsep hingga pelaksanaan sepenuhnya disiapkan oleh masyarakat.
“Ini murni ide dari masyarakat. Mereka yang menentukan konsep dan rangkaian acaranya, kami hanya membantu agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Menurut Letkol Ikhsan, keterlibatan Satgas Pamtas dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen membangun kedekatan dengan masyarakat. Sejak awal penugasan, satgas tidak hanya fokus pada pengamanan perbatasan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan lintas iman.
“Di awal kami masuk, kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi. Ke depan, apabila ada kegiatan keagamaan besar lainnya dan pengurus berkenan, kami siap untuk mendukung dan menyelenggarakannya bersama,” terangnya.
Ia menegaskan, perayaan Natal bersama ini menjadi simbol nyata toleransi, persatuan, dan komunikasi sosial antara aparat TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Dalam tugas kami, tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI dan stabilitas keamanan, tetapi juga melaksanakan kegiatan teritorial, salah satunya komunikasi sosial. Antusiasme masyarakat malam ini menjadi bukti bahwa kebersamaan itu terbangun dengan baik,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran dan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian acara.
Perayaan Natal perdana di Makotis Satgas Pamtas ini pun menjadi cerminan harmonisasi kehidupan sosial di perbatasan, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Satgas Pamtas dan masyarakat Nunukan Tengah.
Sementara itu Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/Satya Lembuswana Kapten Kav Yurika Anggoro Putra menuturkan, kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran Satgas Pamtas Yonkav 13/SL dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat di daerah perbatasan dalam berekspresi menyelenggarakan kegiatan keagamaan tanpa adanya gangguan dan ancaman.
“Tugas kami memang menindak tegas setiap bentuk kriminalitas di perbatasan, mulai dari penyelundupan barang ilegal hingga pelintas batas tanpa dokumen. Namun di momentum Natal dan Tahun Baru ini, kami ingin masyarakat merasakan kehadiran TNI sebagai bagian dari keluarga mereka. Keamanan adalah prioritas, tapi kemanusiaan adalah jiwa dari tugas kami,”
Melalui kegiatan Komsos ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat. Dengan hubungan yang harmonis, warga diharapkan dapat menjadi mata dan telinga bagi Satgas dalam melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian di garis depan ini. Satgas Pamtas ada untuk melindungi, melayani, dan tumbuh bersama mereka,” pungkasnya.






