PSN Kaltara Harus Prioritaskan Pekerja Lokal, Komisi I DPRD Desak Pemprov Perkuat Komitmen

oleh

TANJUNG SELOR – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, menegaskan pentingnya komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Desa Mangkupadi, termasuk aktivitas di PT Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

Herman menyatakan bahwa keberadaan proyek raksasa di Kaltara harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesempatan kerja. Ia menilai tenaga kerja lokal perlu mendapatkan ruang utama agar tidak tersingkir oleh pekerja dari luar daerah.

“Pekerja lokal ini harus menjadi prioritas,” ucapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025).

“DPRD mendorong Pemprov Kaltara untuk benar-benar memastikan kesempatan kerja di proyek-proyek besar, termasuk di kawasan PSN dan PT KIPI, itu diisi oleh masyarakat kita sendiri,” tambahnya.

Menurut Herman, regulasi yang mengatur pemanfaatan tenaga kerja lokal sebenarnya sudah tersedia. Namun, implementasi di lapangan masih dianggap lemah. Ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih serius antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pemerintah pusat untuk memastikan regulasi tersebut berjalan efektif.

Salah satu langkah paling krusial yang harus dilakukan, lanjut Herman, adalah penguatan kapasitas dan keterampilan masyarakat lokal agar mereka benar-benar siap memenuhi standar industri.

Herman mendesak agar pemerintah pusat dilibatkan secara langsung dalam upaya peningkatan SDM ini.

“Kalau bisa kita minta pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Utara,” tegasnya.

Herman menekankan, fasilitas pelatihan sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan keterampilan masyarakat lokal dengan sektor yang dibutuhkan dalam PSN, seperti bidang konstruksi, mekanik, operator, hingga teknisi industri. Pelatihan yang terarah adalah kunci agar masyarakat lokal benar-benar dapat berperan aktif dan tidak hanya menjadi penonton dalam proyek pembangunan daerahnya sendiri.

Baca Juga:  Cegah Warga Jadi Penonton, Ketua DPRD Kaltara Desak Pemda Percepat Peningkatan SDM Lokal untuk PSN