Reporter : Ast | Editor : Dewangga
TANJUNG SELOR – Lampu neon putih berpendar terang menyinari rak-rak barang di salah satu Toko Kelontong saat aktivitas ekonomi Bulungan berdenyut kencang jelang pergantian tahun 2025. Para pedagang kecil kini mulai beradaptasi dengan teknologi digital demi memberikan layanan transaksi yang jauh lebih cepat bagi pelanggan.
“Dulu saya sangat sering merasa pusing hanya untuk mencari uang receh kembalian saat pembeli datang berbelanja di warung malam,” ungkap Pak Wahyu, pemilik Warung Kelontong. Beliau mengaku bahwa kehadiran barcode QRIS di meja dagangannya telah menghapus beban pencarian uang kecil yang dahulu sangat menyita waktu.
Barisan botol permen dan penganan ringan tertata rapi di samping papan QRIS kuning yang tegak berdiri menghadap setiap calon pembeli. Proses transaksi kini berjalan sangat singkat karena pembeli hanya perlu memindai kode tanpa harus menunggu uang kembalian dari laci kayu.
“Saya merasa jauh lebih aman karena tidak perlu lagi memegang uang tunai dalam jumlah banyak yang sangat berisiko memicu kejahatan,” tuturnya. Keamanan transaksi digital memberikan rasa tenang luar biasa bagi pedagang kecil yang seringkali harus berjualan hingga larut malam di jalan.
Digitalisasi daerah melalui sistem pembayaran non-tunai memberikan dampak yang sangat nyata terhadap efisiensi kerja para pelaku usaha mikro di Bulungan. Pemerintah daerah terus mendorong perluasan penggunaan teknologi ini agar seluruh ekosistem ekonomi kerakyatan dapat tumbuh lebih kuat pada masa mendatang.
“Setiap uang yang masuk dari pembeli langsung tercatat dengan sangat rapi dalam aplikasi sehingga saya tidak perlu lagi menulis pembukuan,” jelasnya. Pencatatan otomatis ini sangat membantu pemilik dalam memantau keuntungan harian tanpa harus menghitung lembaran uang fisik yang sering tercecer.
Para pelanggan menyambut baik perubahan sistem pembayaran ini karena mereka merasa lebih praktis tanpa harus membawa dompet tebal saat keluar. Tren positif tersebut menciptakan budaya baru di tengah masyarakat Bulungan yang semakin melek teknologi dan mendukung visi daerah menuju digitalisasi.
“Banyak pelanggan muda merasa sangat terbantu karena mereka bisa tetap berbelanja meskipun hanya membawa ponsel tanpa memegang uang tunai di dompet,” tambahnya. Kemudahan tersebut secara tidak langsung meningkatkan omzet penjualan warung karena jangkauan pelanggan menjadi lebih luas mencakup semua kalangan usia pengguna.
Langkah kecil dari warung kelontong ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital mampu menyentuh lapisan masyarakat paling bawah dengan efektif. Keberhasilan adopsi teknologi sangat bergantung pada kesiapan mental para pedagang untuk keluar dari zona nyaman menuju sistem yang lebih modern.
Pedagang kini tidak lagi khawatir mengenai risiko peredaran uang palsu yang selama ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan usaha kecil. Setiap dana yang masuk terjamin keamanannya oleh sistem perbankan sehingga arus kas usaha menjadi lebih stabil dan mudah untuk dikelola.
Program percepatan digitalisasi daerah yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Bulungan terus menunjukkan hasil signifikan dalam mengubah pola pikir masyarakat secara perlahan. Kehadiran teknologi bukan lagi menjadi hambatan besar melainkan telah bertransformasi menjadi mitra strategis bagi pertumbuhan ekonomi skala rumah tangga mandiri.
Pemerintah terus memberikan pendampingan intensif bagi para pelaku UMKM agar mereka semakin mahir dalam mengoperasikan berbagai fitur layanan perbankan digital. Sinergi antara teknologi dan semangat kerja keras pedagang kecil akan membawa Bulungan menuju masa depan ekonomi yang lebih inklusif berkelanjutan.






