NUNUKAN – Puskesmas Nunukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan resmi memulai layanan vaksinasi bagi calon jemaah haji, Rabu (01/04/2026). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan wajib untuk memastikan kesehatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Puskesmas Nunukan, dr. Ika Bihandayani, menjelaskan bahwa setiap calon jemaah haji wajib memenuhi syarat vaksinasi ini tanpa terkecuali. Hal tersebut bertujuan melindungi jemaah dari risiko penularan penyakit saat berinteraksi dengan jutaan orang dari berbagai belahan dunia.
“Hari ini kami bersama Dinas Kesehatan melaksanakan layanan vaksinasi. Vaksinasi ini merupakan salah satu syarat mutlak sebelum keberangkatan ibadah haji,” ujar dr. Ika.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mewajibkan vaksin meningitis, dalam dua tahun terakhir pemerintah mewajibkan dua jenis vaksin, yaitu meningitis dan polio.
“Pemerintah Arab Saudi mensyaratkan vaksin polio bagi jemaah asal Indonesia karena negara kita sempat mencatatkan kasus polio. Kebijakan ini murni untuk perlindungan kesehatan jemaah,” jelasnya.
Untuk wilayah Kabupaten Nunukan (di luar Pulau Sebatik), tercatat sekitar 130 calon jemaah haji yang mengikuti prosedur ini. Puskesmas Nunukan menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi selama dua hari, yakni pada 1 hingga 2 April 2026. Selanjutnya, petugas akan melanjutkan layanan serupa di Pulau Sebatik selama dua hari berikutnya.
Selain memberikan vaksin, dr. Ika juga mengimbau seluruh calon jemaah untuk menjaga kondisi fisik dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Khusus bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi atau diabetes, dr. Ika meminta mereka untuk disiplin mengonsumsi obat.
“Jemaah dengan komorbid harus rutin kontrol kesehatan dan aktif berkoordinasi dengan tim pembina kesehatan dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas,” tambahnya.
Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan ini akan berlangsung secara bertahap, mulai dari daerah asal hingga pemeriksaan akhir di embarkasi. dr. Ika berharap seluruh prosedur berjalan lancar sehingga jemaah dapat beribadah dengan prima.
“Semoga seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah tanpa kendala kesehatan dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat untuk berkumpul lagi bersama keluarga,” pungkasnya.






