Syafaruddin Thalib Semprot Oknum yang Nyinyir Soal Investasi Kereta Api Kaltara

oleh

TANJUNG SELOR – Pegiat media sosial, Syafaruddin Thalib (ST), pasang badan membela langkah Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., terkait rencana pembangunan jaringan kereta api. ST menilai respons negatif yang muncul di media sosial terhadap rencana tersebut sangat tidak berdasar dan cenderung kekanak-kanakan.

ST menegaskan bahwa seorang pemimpin daerah wajib memiliki visi besar untuk memajukan wilayahnya. Menurutnya, keberanian Gubernur menyambut investor adalah langkah awal yang krusial bagi masa depan ekonomi Kaltara.

“Pemimpin itu harus punya mimpi besar. Kalau tidak punya keberanian bermimpi dan memulai langkah, bagaimana daerah bisa berkembang lebih maju?” ujar pria yang akrab disapa ST ini.

Ia merasa heran jika ada pihak yang justru mencemooh niat baik tersebut. Padahal, pembangunan infrastruktur transportasi strategis ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas masyarakat luas.

ST meluruskan kekeliruan informasi yang beredar di publik. Ia menjelaskan bahwa proyek jaringan kereta api ini tidak akan menguras anggaran pemerintah, baik APBN maupun APBD. Sebaliknya, proyek ini murni merupakan tawaran investasi dari pihak swasta.

“Konteksnya, ada investor yang ingin membangun infrastruktur strategis tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Harusnya ini kita dukung penuh, bukan malah dinyinyirin. Sudah nyinyir, tidak nyambung lagi!” ketusnya.

Sentil Kualitas Kritik Oknum Pejabat

ST secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap oknum anggota DPR RI yang melontarkan sindiran di media sosial. Ia membandingkan kualitas komentar oknum tersebut dengan standar kritik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang jauh lebih elegan.

“LSM kalau mengkritik itu pakai data, analitik, dan ada pembandingnya. Saya sekarang bisa membedakan mana kritik dan mana nyinyir. Bedanya jelas, kalau LSM mengkritik, sedangkan oknum DPR itu hanya nyinyir,” tegas ST.

Baca Juga:  DPRD Kaltara Sosialisasikan Perda Pencegahan Narkotika di Nunukan, Pelajar Didesak Jadi Garda Terdepan Penanggulangan

Ia juga menyarankan agar oknum tersebut melakukan koreksi diri daripada sibuk mengklaim hasil kerja orang lain yang sudah dirintis dari titik nol.

Terkait tudingan bahwa Gubernur mengabaikan jalan rusak demi kereta api, ST membantah keras hal tersebut. Ia menegaskan bahwa Gubernur Zainal Paliwang tetap berjuang maksimal meminta anggaran pusat untuk memperbaiki akses jalan Malinau-Krayan.

“Jangan seolah-olah Gubernur memperjuangkan kereta api lalu jalan rusak diabaikan. Beliau berjuang untuk keduanya secara beriringan,” tambahnya.

Sebelumnya, PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) memaparkan rencana investasi kereta api senilai Rp20 hingga Rp25 triliun kepada Gubernur. Selain menanggung seluruh biaya, perusahaan ini memproyeksikan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja lokal bagi masyarakat Kalimantan Utara.