HUT ke-27 Nunukan, Capaian Ekonomi dan Pemerataan Infrastruktur Jadi Sorotan

oleh

NUNUKAN – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan mencapai 3,98 persen pada 2025, diikuti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan daerah selama 27 tahun, sekaligus menjadi pijakan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan yang lebih merata.

Hal itu disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kabupaten Nunukan di Gedung DPRD Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/2026).

Dalam sambutannya, Irwan mengajak seluruh masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan sesuai kemampuan masing-masing. Ia berharap Kabupaten Nunukan terus berkembang menjadi daerah yang maju, kreatif, sejahtera, adil, dan mandiri.

Sejak berdiri pada 1999, Kabupaten Nunukan mengalami berbagai perubahan. Jumlah kecamatan bertambah dari lima menjadi 21 kecamatan, sementara jumlah penduduk mencapai 235.283 jiwa pada 2025.

Selain mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,98 persen, Nunukan juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 5,73 persen menjadi 5,27 persen. Tingkat pengangguran terbuka turut turun dari 2,71 persen menjadi 2,61 persen.

Sementara itu, IPM Kabupaten Nunukan meningkat dari 69,27 pada 2024 menjadi 69,87 pada 2025. Meski menunjukkan perkembangan positif, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pemerataan infrastruktur, penanganan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Melalui program 17 Arah Baru, Pemkab Nunukan menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada sektor pendidikan, pemerintah menargetkan pemberian beasiswa kepada 1.011 pelajar dan mahasiswa pada 2026. Pemerintah juga menyalurkan bantuan seragam sekolah bagi 21.680 siswa SD dan 10.213 siswa SMP.

Di bidang kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan rumah sakit serta memenuhi kebutuhan tenaga medis, termasuk dokter spesialis. Upaya ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Baca Juga:  Wakil Bupati Nunukan Buka Musrembang RKPD 2025 di Tulin Onsoi

Pemkab Nunukan juga mendorong pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bantuan serta pelatihan. Program tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat ekonomi keluarga.

Pemerataan infrastruktur, terutama di kawasan perbatasan, turut menjadi perhatian pemerintah. Salah satu program yang didorong adalah pembangunan dua ruas jalan penghubung Krayan–Malinau yang ditargetkan selesai pada 2028.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di wilayah dataran tinggi Krayan.

Selain itu, pemerintah melanjutkan penyediaan air bersih, perluasan jaringan listrik, pembangunan jalan tani, peningkatan akses jalan antarkecamatan dan desa, serta penyediaan rumah layak huni.

Dalam momentum HUT ke-27, Irwan juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, masukan, dan kritik membangun sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki pelayanan serta pelaksanaan pembangunan.

Irwan berharap dukungan seluruh elemen masyarakat terus menguat agar program pemerintah berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Melalui semangat “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju”, pemerintah ingin memperkuat kebersamaan dengan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan yang semakin maju, sejahtera, adil, dan mandiri.

Usai rapat paripurna, Bupati Irwan Sabri bersama Wakil Bupati Hermanus dan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan melanjutkan agenda dengan menyalurkan santunan kepada sejumlah keluarga kurang mampu. Mereka kemudian menghadiri Festival Kuliner di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan.