NUNUKAN – Berakhlak mulia, memiliki ilmu pengetahuan dan mampu hidup mandiri menjadi tiga bekal penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda Kabupaten Nunukan. Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Al-Muttaqin, Rabu (9/9/2026).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Generasi yang Beriman, Bertakwa dan Berakhlak Mulia”, kegiatan berlangsung khidmat dengan tausiah yang disampaikan Habib Abdurrahman bin Qasim Al-Aydarus.
Acara tersebut turut dihadiri Camat Nunukan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para alim ulama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Iwan menyebut pembentukan generasi dengan konsep tiga kesuksesan atau tri sukses, yakni berakhlakul karimah, alim faqih dan memiliki kemandirian, bukan sekadar tema kegiatan. Menurutnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat.
Ia mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam membangun karakter. Karena itu, terdapat tiga nilai utama yang perlu dijadikan pondasi dalam mendidik anak-anak.
Pertama, berakhlakul karimah dengan membiasakan sikap jujur, amanah, menghormati orang tua dan guru, serta menjunjung toleransi antarsuku dan agama. Nilai tersebut menjadi modal penting dalam kehidupan masyarakat Nunukan yang beragam.
Kedua, alim faqih, yakni memiliki kecerdasan, ilmu pengetahuan serta pemahaman agama dan kehidupan. Anak-anak Nunukan diharapkan memiliki iman yang kuat sekaligus ilmu yang cukup agar mampu bersaing dan mengambil peran pada masa depan.
Ketiga, kemandirian. Generasi muda perlu memiliki kreativitas, keterampilan dan kemampuan untuk tidak bergantung kepada orang lain. Pemerintah daerah juga berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.
Iwan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam mendidik anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
“Mengajak kita semua untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai cermin dalam mendidik anak-anak kita. Rumah harus menjadi madrasah pertama, sekolah menjadi madrasah kedua, dan masyarakat menjadi madrasah ketiga,” ucapnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengamalkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, Kabupaten Nunukan diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia serta meraih kesuksesan dunia dan akhirat.






