Dari Gowes Bersama Menuju Layanan Bahasa Isyarat: Langkah Nyata Bulungan Merangkul Disabilitas

oleh
Sekertaris Daerah Bulungan, Risdianto gowes santai bersama teman tuli pada Minggu, (30/08/2026)(Foto:DOC.DKIPBUL)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat komitmen pembangunan daerah yang inklusif melalui kegiatan sepeda santai bersama komunitas disabilitas pada Minggu kemarin. Agenda olahraga bersama para warga Teman Tuli tersebut berlangsung sangat meriah di Tanjung Selor pada tiga puluh Agustus tahun ini.

Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto menghadiri secara langsung acara persaudaraan yang melibatkan puluhan peserta dari Kabupaten Berau serta Tana Tidung tersebut. Kegiatan gowes sehat ini digagas secara bersama oleh para pengurus komunitas disabilitas lokal serta pegiat sepeda daerah Kabupaten Bulungan sekarang.

“Ajang ini momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menjaring aspirasi kelompok disabilitas,” ujar Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto memberikan penjelasan resmi. “Rekan Tuli sangat senang dan berharap kegiatan olahraga bisa menjadi agenda berkala,” tutur Risdianto melengkapi keterangannya kepada para wartawan kemarin.

Pemerintah daerah terus berkomitmen penuh menyediakan fasilitas ruang publik yang aman serta ramah bagi seluruh warga disabilitas Kabupaten Bulungan sekarang. Peningkatan aksesibilitas daerah mencakup pembenahan fasilitas publik serta penyediaan program pelatihan bahasa isyarat bagi seluruh aparatur pelayanan instansi pemerintah daerah.

“Kabupaten Bulungan menerapkan kebijakan inklusi dengan menciptakan fasilitas publik ramah disabilitas,” kata Sekda Risdianto saat menyampaikan pidato di lokasi kegiatan. “Kami memberikan pelatihan bahasa isyarat bagi petugas agar melayani teman disabilitas secara maksimal,” pukas Sekda Bulungan Risdianto secara sangat tegas.

Pemkab Bulungan juga mendorong perluasan penyerapan tenaga kerja disabilitas pada sektor perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah daerah setempat sekarang. Komunikasi intensif terus dibangun bersama para pelaku usaha agar mau membuka peluang pekerjaan sesuai dengan kualifikasi para difabel daerah ini.

“Kami terus imbau pelaku usaha di Bulungan agar melibatkan teman disabilitas sesuai kualifikasi kerja,” ujar Risdianto memberikan arahan khusus kemarin. “Pemda Bulungan memiliki kebijakan inklusi terbuka demi menciptakan pelayanan publik yang merata,” pukas Ketua Yayasan FHC Hasanuddin saat wawancara media.

Baca Juga:  Perkuat Desa Jauh, Pemkab Bulungan Distribusikan Damkar Mini 300 Liter

Ketua Yayasan Faqih Hasan Center Hasanuddin memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata pemerintah daerah dalam merangkul kelompok warga disabilitas lokal. Dialog interaktif bersama pemerintah dipandang sangat efektif untuk memperkuat rasa percaya diri serta meningkatkan partisipasi sosial warga disabilitas daerah ini.

Sinergi lintas pihak diharapkan sanggup mewujudkan pemerataan akses pembangunan yang berkeadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bulungan saat ini. Kegiatan olahraga bersama ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan demi menjaga kesehatan dan kebugaran fisik para warga difabel daerah ini.

Pemkab Bulungan memastikan implementasi kebijakan inklusif terus dikawal secara berkala demi menjamin perlindungan hak seluruh warga penyandang disabilitas daerah ini. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu menginspirasi wilayah kabupaten kota lain di Kalimantan Utara dalam mewujudkan kesetaraan hak masyarakat luas sekarang.