Editor : Dewangga
TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan kini tengah menghadapi tuntutan besar untuk segera menjamin aksesibilitas penuh bagi ratusan penyandang disabilitas lokal. Para aktivis mendesak agar implementasi kartu layanan tidak hanya menjadi simbol administratif melainkan harus memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Bulungan Andriana menjelaskan bahwa program kartu ini sebenarnya merupakan upaya jemput bola bagi masyarakat rentan. Beliau menegaskan pemerintah berusaha keras menciptakan sistem pendataan yang manusiawi agar setiap penyandang disabilitas di Bulungan mendapatkan hak mereka.
“Pendekatan yang digunakan bukan sekadar melakukan pendataan administratif, tetapi menciptakan sesuatu yang menarik agar penyandang disabilitas mau muncul melapor.”
“Melalui pendekatan ini akhirnya diketahui bahwa penyandang disabilitas di Bulungan berjumlah lima ratus enam puluh delapan orang secara lebih akurat.”
Program kartu tersebut sekarang mulai berkembang pesat melalui skema konsesi dari berbagai sektor usaha transportasi dan juga pelaku UMKM. Pemerintah daerah mengklaim telah menggandeng pengusaha speedboat untuk memberikan potongan harga tiket khusus bagi seluruh pemegang kartu layanan tersebut.
“Konsesi ini lahir bukan karena permintaan pemerintah melainkan sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban moral dari dunia usaha kepada masyarakat.”
“Program transportasi inklusif ini diberi nama Kayan Tradisian karena manfaatnya tidak hanya bagi penyandang disabilitas tetapi juga kelompok lanjut usia.”
Sejumlah hotel di wilayah Tanjung Selor juga ikut serta memberikan diskon khusus dalam program yang diberi nama Hobi Tengidi. Kerjasama sektor swasta ini diharapkan mampu menutupi keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam memberikan subsidi langsung kepada seluruh warga penyandang.
Pihak yayasan pendamping terus mendorong agar pemerintah tidak hanya mengandalkan kemurahan hati pengusaha dalam menjalankan program inklusi secara mandiri. Mereka menuntut payung hukum yang lebih kuat agar layanan khusus bagi disabilitas tetap berjalan konsisten meskipun kepemimpinan daerah berganti.
Dunia usaha di sepanjang Tepian Sungai Kayan kini mulai menyediakan fasilitas ramah disabilitas sebagai bagian dari komitmen sosial mereka. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat guna memastikan bahwa Bulungan benar-benar menjadi daerah yang ramah bagi semua.
Data yang terverifikasi dengan baik menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang-tindih. Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini namun tetap mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan di tingkat lapangan secara berkala.
Masyarakat kini menantikan apakah perluasan program ini di tingkat Provinsi Kalimantan Utara akan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan mereka sehari-hari. Evaluasi total terhadap efektivitas kartu layanan harus segera dilakukan sebelum program ini diadopsi secara luas oleh wilayah-wilayah kabupaten lainnya.





