Pangkas Waktu Tempuh 5 Jam, Warga Desa Atap Buka Akses Koridor Sembakung–Tidung Pale

oleh

Reporter : Ast | Editor : Dewangga

TANJUNG SELOR – Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap berhasil membuka badan jalan sepanjang sebelas kilometer lebih demi membuka akses transportasi. Inisiatif murni dari masyarakat Kecamatan Sembakung ini dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan suntikan dana dari anggaran milik pemerintah.

Ketua Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Samsul S. Abjiah menyampaikan bahwa warga lokal bergerak bersama demi mempermudah mobilitas harian serta memperlancar arus jalur distribusi hasil pertanian. Pembukaan akses jalan baru ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang sangat besar bagi peningkatan roda perekonomian daerah.

“Seluruh pekerjaan dilakukan secara swadaya tanpa suntikan dana pemerintah, kami bergerak bersama karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan ini,” kata Samsul kepada awak media pada Senin (27/07/2026).

Para pekerja terus melakukan penggalian serta pembersihan lahan trase jalan baru agar dapat segera digunakan oleh kendaraan seluruh warga. Jalur transportasi darat yang baru dibuka tersebut merupakan bagian dari rencana besar pembangunan koridor wilayah perbatasan antar daerah.

“Kami melanjutkan pembukaan jalan yang sebelumnya sudah direncanakan, harapannya akses menuju wilayah perbatasan semakin terbuka lebar bagi aktivitas warga,” katanya.

Keberadaan jalur baru ini bakal memangkas waktu perjalanan dari wilayah Sembakung menuju kota Tanjung Selor secara sangat signifikan. Efisiensi waktu tempuh darat diprediksi dapat menghemat perjalanan hingga lima jam lebih cepat daripada rute perjalanan yang lama.

“Kalau jalan ini sudah fungsional secara optimal, waktu perjalanan masyarakat bisa menjadi jauh lebih singkat dari rute sebelumnya,” jelasnya.

Selain membuka akses jalan baru, warga lokal juga aktif mengusulkan program transmigrasi lokal berbasis penguatan sektor ketahanan pangan. Ancaman bencana banjir yang sering melanda pemukiman warga menjadi alasan utama perlunya pemindahan lokasi aktivitas pertanian ke area aman.

Baca Juga:  Soroti Kontrak Kerja dan PHK Sepihak, Serikat Pekerja Desak Disnaker Kaltara Sidak PT MIL

Sektor perkebunan rakyat seperti komoditas kakao dan palawija akan semakin berkembang pesat seiring dengan tersedianya akses infrastruktur jalan pendukung. Peningkatan produktivitas hasil tani diharapkan bisa mendorong kesejahteraan hidup seluruh keluarga petani yang ada di wilayah perbatasan tersebut.

Para perwakilan masyarakat berencana menyampaikan seluruh aspirasi pembangunan ini dalam acara Rapat Dengar Pendapat bersama pihak anggota DPRD. Pihak pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan penuh agar proyek pembangunan jalan swadaya ini bisa terus berjalan lancar.