TANJUNG SELOR – Organisasi keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan masyarakat di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan perlu terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Utara, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) I Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Utara di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor, Sabtu (25/4).
Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Datu Iqro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil pertama ABI Kaltara yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Efektivitas Organisasi Melalui Optimasi Sistem dan Proses” tersebut juga menjadi wadah konsolidasi organisasi untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kontribusi sosial di daerah.
Dalam sambutannya, Datu Iqro menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, krisis pangan dan energi, hingga dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan spiritual.
“Situasi ini menuntut kita untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan spiritual,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa organisasi keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran sosial serta menanamkan nilai-nilai moral yang mampu menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus menghadirkan Islam yang sejuk, toleran, dan memberi solusi bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Datu Iqro menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan infrastruktur, pengembangan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi daerah.
Namun demikian, pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi semata, melainkan juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan nilai-nilai spiritual masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga karakter, moral, dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Muswil I ABI Kaltara turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bulungan H. Jamal, S.H., M.AP., Wakil Ketua Umum ABI Ustad Ahmad Hidayat, Ketua Badan Pekerja Muswil ABI Kaltara Akhmad Syahran, Ketua DPW ABI Kaltara Ahmad B., serta sejumlah tokoh dan peserta musyawarah dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.
Melalui Muswil perdana ini, ABI Kaltara diharapkan dapat semakin memperkuat peran organisasi dalam pembinaan umat serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.






