Satu Tahun Yonif TP 880 Banuanta, Perkuat Pengabdian dan Sinergitas Pertahanan Kaltara

oleh
Komandan Yonif TP 880/Banuanta, Mayor Inf Khabibur Rosyad dalam acara perayaan satu tahun Batalyon Infanteri TP 880/Banuanta (Foto:DOC.Yon.TP880/Banuanta)

TANJUNG SELOR – Kehadiran Batalyon Infanteri TP 880 Banuanta genap memasuki usia satu tahun masa pengabdian militer di wilayah Kab. Bulungan, Kaltara pada Senin, 10 Agustus 2026. Satuan tersebut menjadikan momentum setahun pengabdian sebagai refleksi perjalanan awal sekaligus pijakan memperkuat pelaksanaan tugas di wilayah Kalimantan Utara.

Komandan Yonif TP 880/Banuanta, Mayor Inf Khabibur Rosyad menyebut usia setahun menjadi momentum mengevaluasi perjalanan satuan dan mempersiapkan tugas berikutnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar pembenahan internal untuk meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta kesiapan prajurit menghadapi berbagai tantangan pelaksanaan tugas mendatang.

“Setahun ini menjadi langkah awal pengabdian Yonif TP 880/Banuanta. Banyak pengalaman dan pembelajaran kami dapatkan selama menjalankan tugas,” ujar Khabibur. Ia menilai pengalaman selama setahun menjadi bahan penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan memperkuat kesiapan seluruh prajurit.

Perjalanan setahun satuan berlangsung melalui pelaksanaan tugas sebagai bagian kekuatan pertahanan negara sekaligus membangun hubungan erat bersama berbagai unsur daerah. Memasuki tahun kedua, Yonif TP 880/Banuanta terus memperkuat hubungan bersama pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Kalimantan Utara.

Khabibur menjelaskan tema “Langkah Awal Setahun Pengabdian” bermakna usia satu tahun bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian panjang bagi prajurit. Menurutnya, loyalitas, kerja keras, dan pengorbanan harus terus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas demi menjalankan amanah negara.

“Di bawah panji-panji kehormatan, satu tahun penuh perjuangan sudah kami lalui. Semangat kesatria harus tetap menyala,” katanya tegas kepada prajurit. Ia menegaskan slogan tersebut menjadi pengingat agar seluruh personel menjalankan pengabdian dengan loyalitas, kerja keras, dan pengorbanan.

Memasuki tahun kedua, satuan mempertahankan sinergitas dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Damkar, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat. Sinergitas tersebut diperlukan untuk menjaga komunikasi dan koordinasi ketika menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di wilayah Kalimantan Utara.

Baca Juga:  Tarif Air Bulungan Resmi Naik Jadi Rp 3.500: Prioritaskan Kualitas dan Jaringan.

Koordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan karena dinamika lapangan tidak selalu berkaitan dengan pertahanan, melainkan juga persoalan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan. Setiap unsur memiliki tugas dan kewenangan masing-masing sehingga komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas daerah.

“Keamanan dan kondusivitas Kaltara merupakan kepentingan bersama. TNI tidak bisa bekerja sendiri, seluruh elemen memiliki peran masing-masing,” ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, kerja sama yang berjalan baik membuat seluruh pihak lebih siap menghadapi persoalan dan menjaga wilayah tetap aman.

Khabibur berharap Yonif TP 880/Banuanta semakin solid internal, kuat membangun hubungan daerah, serta menjalankan amanah menjaga Kaltara aman dan kondusif. Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar satuan terus bersinergi menjaga keamanan sekaligus memperkuat pengabdian kepada NKRI.