Lahan 8 Hektare di Desa Apung Terbakar, Tim Gabungan Berhasil Kendalikan Api

oleh
Personil Yonif TP 880/Banuanta ikut serta dalam proses pemadaman (Foto:DOC.YONIFBANUANTA)

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap sekitar delapan hektare kawasan semak belukar dan tanah gambut di Jalan Poros Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Kobaran api yang mulai muncul sejak sore hari tersebut akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan sekitar pukul 20.05 WITA malam tadi.

Komandan Yonif TP 880/Banuanta Letkol Inf Khabibur Rosyad mengonfirmasi bahwa personelnya langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari warga yang melintas. Penanganan cepat dilakukan mengingat kondisi topografi berbukit serta struktur lahan gambut yang berpotensi mempercepat penyebaran kobaran api.

“Begitu ada informasi, personel langsung bergerak ke lokasi. Kami melihat kondisi di lapangan dan kemudian menyesuaikan dukungan yang diperlukan untuk membantu proses pemadaman,” ujar Komandan Yonif TP 880/Banuanta Letkol Inf Khabibur Rosyad.

Proses pemadaman melibatkan penanganan lintas unsur yang terdiri dari Yonif TP 880/Banuanta, Polda Kaltara, Brimob, BPBD Bulungan, Manggala Agni, KPH Bulungan, Dinas Kehutanan, serta warga Desa Apung. Satuan Yonif TP 880/Banuanta secara khusus mengerahkan dua unit truk tangki air guna menyokong pasokan pemadaman di area krisis.

Khabibur menegaskan bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan kolektif dari segenap elemen instansi dan masyarakat. Kunci utama pengendalian api terletak pada kecepatan penerimaan informasi awal, kesiapan pengarahan personel, serta kelengkapan sarana prasarana penunjang di lapangan.

“Karhutla seperti ini membutuhkan kerja bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, unsur kehutanan, dan masyarakat harus saling mendukung agar api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas,” tegas Letkol Inf Khabibur Rosyad secara langsung.

Usai pemadaman, petugas gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan melakukan penyisiran serta pendinginan sisa bara di area tanah gambut. Pemantauan intensif dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api dari bara yang tertimbun di bawah permukaan.

Baca Juga:  Harga Beras di Bulungan Lompat

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar serta diminta aktif melaporkan indikasi kemunculan titik api sekecil apa pun kepada aparat setempat. Sinergitas antara TNI, Polri, pemda, dan warga dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga wilayah Kaltara tetap aman dari ancaman karhutla.